Timnas Esports Indonesia Batal Tampil di Martial Arts Asian Games 2026, Ini Alasan Utamanya
JAKARTA – Timnas Esports Indonesia Asian Games 2026 dipastikan tidak turun di nomor Martial Arts atau kelompok fighting games pada pesta olahraga Asia di Aichi-Nagoya, Jepang. Keputusan tersebut membuat skuad Merah Putih akhirnya berfokus pada delapan nomor esports yang dinilai memiliki peluang lebih realistis untuk menghasilkan prestasi.
Manager Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, menjelaskan pembatalan keberangkatan atlet Martial Arts merupakan hasil proses evaluasi yang melibatkan sejumlah pertimbangan. Salah satu faktor terpenting adalah pemetaan peluang medali yang dilakukan dalam proses review Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Dari hasil evaluasi tersebut, peluang Indonesia mendapatkan medali pada nomor Martial Arts dinilai belum cukup realistis untuk menjadi dasar pemberangkatan atlet ke Jepang.
Keputusan ini sekaligus mengubah rencana awal Indonesia. Pada Februari 2026, Timnas Esports sebelumnya mempersiapkan diri untuk mengikuti sembilan dari 11 nomor pertandingan esports Asian Games, termasuk Martial Arts.
Nomor Martial Arts Punya Format Berbeda
Salah satu tantangan terbesar berada pada format pertandingan Martial Arts yang tidak sama dengan sebagian besar nomor esports lainnya.
Dalam program resmi Asian Games 2026, kelompok fighting games terdiri atas tiga gim, yaitu Street Fighter 6, Tekken 8, dan The King of Fighters XV. Namun, ketiga gim tersebut berada di bawah satu nomor pertandingan dan hanya memperebutkan satu set medali.
Format inilah yang membuat perhitungan peluang Indonesia menjadi lebih kompleks.
Indonesia mempunyai pemain kompetitif di sejumlah gim fighting, terutama Tekken. Akan tetapi, kemampuan kuat di satu judul gim belum tentu cukup karena performa pada gim lain juga harus menjadi bagian dari perhitungan untuk mendapatkan hasil akhir terbaik.
Famiela menjelaskan bahwa evaluasi tidak hanya melihat kualitas atlet pada satu gim. Kekuatan Indonesia juga harus dipertimbangkan secara menyeluruh pada Street Fighter 6, Tekken 8, dan The King of Fighters XV.
Dengan demikian, mempunyai kans besar di Tekken tetapi kurang kompetitif pada gim lain dapat memperkecil peluang mendapatkan medali dari kategori tersebut.
Kemenpora Melakukan Review Peluang Medali
Pemberangkatan atlet Indonesia menuju Asian Games 2026 tidak dilakukan hanya berdasarkan keberhasilan federasi menyiapkan pemain.
Kemenpora bersama unsur terkait melakukan evaluasi terhadap kesiapan atlet dan potensi prestasi masing-masing cabang maupun nomor pertandingan.
Untuk esports, terdapat nomor yang harus menjalani kualifikasi terlebih dahulu dan ada pula yang dapat langsung tampil pada main event di Aichi-Nagoya.
Nomor seperti Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, Naraka: Bladepoint, Identity V, dan PUBG Mobile harus melewati proses kualifikasi. Indonesia berhasil mendapatkan tiket dari nomor-nomor tersebut.
Sementara itu, sejumlah gim lainnya memiliki jalur langsung menuju main event.
Kondisi tersebut membuat mekanisme evaluasi menjadi penting, khususnya untuk memastikan atlet yang diberangkatkan mempunyai peluang bersaing dalam perebutan medali.
Famiela mengatakan rekam jejak, performa kompetitif, serta berbagai aspek lain dari atlet menjadi bahan dalam proses penilaian.
Efisiensi Anggaran Jadi Salah Satu Pertimbangan
Faktor anggaran juga tidak bisa dilepaskan dari keputusan tersebut.
Menurut Famiela, keterbatasan dana membuat pemerintah perlu menentukan prioritas dalam memberangkatkan atlet. PB Esports Indonesia sebenarnya telah menyusun persiapan untuk nomor Martial Arts, tetapi keputusan akhir tetap mempertimbangkan hasil review mengenai peluang prestasi.
Konteks efisiensi ini sejalan dengan kondisi pendanaan persiapan Indonesia menuju Asian Games 2026.
Kemenpora sebelumnya mengungkapkan anggaran pelatnas Asian Games 2026 sebesar sekitar Rp81,04 miliar. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan anggaran periode Asian Games sebelumnya yang disebut mencapai sekitar Rp389,82 miliar. Pemerintah menyatakan pemberangkatan kontingen tetap menjadi prioritas, tetapi persiapan dilakukan dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia.
Kontingen Indonesia untuk Aichi-Nagoya sendiri ditetapkan berjumlah 432 atlet dari 35 cabang olahraga. Komposisi tersebut merupakan hasil evaluasi antara tim review Kemenpora, Komisi Sport NOC Indonesia, serta federasi terkait dengan mempertimbangkan kesiapan dan peluang prestasi.
PB ESI Sempat Siapkan Program untuk Martial Arts
Batalnya keikutsertaan tidak berarti PB ESI sejak awal meragukan kualitas atlet fighting games Indonesia.
Sebaliknya, federasi sempat optimistis mengirim pemain pada nomor tersebut.
PB ESI bahkan telah merancang rangkaian persiapan yang mencakup pemusatan latihan, uji coba, hingga rencana training camp di Jepang. Persiapan itu ditujukan agar atlet bisa mencapai performa terbaik menjelang pertandingan.
Namun, hasil review Kemenpora kemudian menghasilkan kesimpulan berbeda. Peluang meraih medali dinilai belum cukup kuat sehingga pemberangkatan atlet Martial Arts akhirnya dibatalkan.
Keputusan tersebut membuat jumlah nomor esports yang diikuti Indonesia berkurang.
Pada fase sebelumnya, Indonesia sempat tercatat lolos atau mempersiapkan sembilan nomor. Menjelang pelaksanaan Asian Games, daftar resmi atlet Indonesia menunjukkan fokus diarahkan kepada delapan nomor pertandingan.
Indonesia Tampil di Delapan Nomor Esports
Setelah Martial Arts tidak masuk dalam skuad akhir, Indonesia akan berkompetisi di delapan nomor esports.
Nomor tersebut meliputi PUBG Mobile, Gran Turismo 7, eFootball, Pokémon Unite, Identity V, Honor of Kings, Naraka: Bladepoint, dan Mobile Legends: Bang Bang.
Sebanyak 34 atlet sebelumnya telah diumumkan untuk memperkuat Indonesia pada delapan nomor tersebut.
Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menyatakan tim terus menjalani pembinaan berdasarkan pemetaan potensi medali. Targetnya adalah memastikan atlet tiba di Asian Games dalam kondisi kompetitif dan mampu bersaing dengan negara-negara kuat Asia.
Esports sendiri menjadi salah satu cabang dengan perkembangan signifikan dalam program Asian Games.
Pada Asian Games 2026 terdapat 11 nomor pertandingan esports. Selain delapan nomor yang diikuti Indonesia, program tersebut juga mencantumkan League of Legends, Puyo Puyo Champions, dan kelompok fighting games yang terdiri atas tiga judul gim.
Asian Games 2026 Dimulai 19 September
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung di Jepang mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Ajang multicabang terbesar di Asia tersebut akan menjadi panggung penting bagi Indonesia dalam mengejar prestasi internasional menjelang berbagai agenda olahraga berikutnya.
Bagi esports Indonesia, keputusan tidak mengikuti Martial Arts membuat perhatian kini tertuju sepenuhnya pada delapan nomor yang tetap diberangkatkan.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pemilihan nomor dalam sebuah multievent tidak hanya ditentukan oleh keberadaan atlet berkualitas. Format kompetisi, kekuatan pesaing, rekam jejak, peluang medali, hingga ketersediaan anggaran menjadi bagian dari perhitungan.
Timnas Esports Indonesia memang kehilangan kesempatan tampil pada tiga gim fighting populer. Namun, keputusan memusatkan sumber daya pada nomor yang dianggap memiliki peluang lebih kuat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perjuangan Merah Putih.
Dengan Asian Games 2026 yang sudah semakin dekat, pembuktian selanjutnya berada di tangan 34 atlet esports Indonesia yang akan bersaing membawa nama Merah Putih di Aichi-Nagoya.

