Turnamen

RRQ Hoshi Terpuruk di MPL ID S17, Belum Menang hingga Pekan Ketiga

RRQ Hoshi MPL ID S17 menjadi sorotan publik setelah tim berjuluk “Sang Raja” itu tampil mengecewakan di awal musim dan belum meraih satu pun kemenangan hingga pekan ketiga. Kondisi ini mengejutkan banyak penggemar Mobile Legends, mengingat RRQ Hoshi selama ini dikenal sebagai salah satu tim terkuat dan paling konsisten di kompetisi MPL Indonesia.

Performa buruk tersebut terjadi dalam ajang Mobile Legends Professional League Indonesia Season 17 yang digelar sejak akhir Maret hingga April 2026. Hingga pekan ketiga yang berlangsung pada 10–12 April 2026, RRQ Hoshi terus mengalami kekalahan beruntun dalam pertandingan melawan sejumlah tim pesaing, termasuk kekalahan terbaru dari Geek Fam.

Dalam pertandingan pekan ketiga, RRQ Hoshi kembali harus menelan kekalahan setelah ditundukkan Geek Fam dengan skor 1-2. Hasil ini semakin memperpanjang tren negatif tim yang belum mampu menemukan performa terbaiknya sejak awal musim. Kekalahan tersebut juga menunjukkan bahwa RRQ kesulitan dalam menjaga konsistensi permainan, terutama dalam fase late game.

Secara keseluruhan, hingga pekan ketiga, RRQ Hoshi tercatat telah mengalami lima kekalahan beruntun tanpa satu pun kemenangan. Catatan ini membuat mereka menjadi satu-satunya tim yang belum meraih hasil positif di MPL ID Season 17 sejauh ini.

Dampak dari hasil buruk tersebut terlihat jelas pada klasemen sementara. RRQ Hoshi berada di posisi paling bawah dengan selisih poin yang cukup jauh dibandingkan tim lain. Bahkan, mereka mencatatkan net game win yang negatif, mencerminkan dominasi lawan dalam sebagian besar pertandingan yang dijalani.

Sementara itu, tim-tim lain justru menunjukkan performa yang lebih stabil. ONIC Esports memimpin klasemen dengan hasil positif di awal musim, diikuti oleh Team Liquid ID dan Dewa United Esports yang juga tampil kompetitif. Situasi ini membuat persaingan semakin ketat, sekaligus mempertegas posisi RRQ Hoshi yang tertinggal jauh dari rival-rivalnya.

Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai penyebab menurunnya performa RRQ Hoshi. Sejumlah pengamat esports menilai tim ini sedang mengalami krisis identitas dalam permainan, terutama dalam hal strategi draft dan koordinasi antar pemain. Selain itu, adaptasi terhadap meta terbaru juga disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa tim.

Di sisi lain, tekanan sebagai tim besar juga menjadi tantangan tersendiri bagi RRQ Hoshi. Ekspektasi tinggi dari penggemar membuat setiap kekalahan menjadi sorotan tajam, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi mental bertanding para pemain. Situasi ini terlihat dari beberapa pertandingan di mana RRQ gagal memanfaatkan keunggulan dan akhirnya harus menyerah di momen krusial.

Respons publik terhadap kondisi ini cukup beragam. Banyak penggemar menyayangkan performa tim yang jauh dari ekspektasi, sementara sebagian lainnya tetap memberikan dukungan dan berharap RRQ Hoshi mampu bangkit di pertandingan selanjutnya. Diskusi mengenai strategi tim dan performa individu pemain juga ramai dibahas di media sosial dan komunitas esports.

Meski berada dalam situasi sulit, peluang RRQ Hoshi untuk bangkit masih terbuka. Kompetisi MPL ID Season 17 masih menyisakan banyak pertandingan di babak reguler, sehingga tim masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi dan mengejar tiket ke babak playoff. Namun, mereka dituntut untuk segera menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi, baik dari sisi strategi maupun mental tim.

Hingga saat ini, RRQ Hoshi masih berada di dasar klasemen tanpa kemenangan setelah tiga pekan berlalu. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi tim untuk segera bangkit dan membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama di MPL Indonesia. Jika tidak segera berbenah, bukan tidak mungkin “Sang Raja” harus menghadapi musim yang berat dan berpotensi gagal melangkah ke fase berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *