Review Pragmata Capcom, Potensi Besar Belum Maksimal
Review Pragmata Capcom menjadi sorotan karena game ini merupakan IP baru pertama Capcom setelah sekian lama. Dengan latar sci-fi di stasiun bulan dan konsep gameplay unik, Pragmata datang dengan ekspektasi tinggi.
Namun, hasil akhirnya menunjukkan sesuatu yang menarik: game ini inovatif, tetapi belum sepenuhnya matang.
Gameplay Unik Jadi Kekuatan Utama
Salah satu hal paling menonjol dalam review Pragmata Capcom adalah sistem gameplay-nya. Game ini menggabungkan mekanik third-person shooter dengan puzzle hacking secara real-time.
Pemain mengontrol dua karakter sekaligus, yaitu Hugh dan android Diana. Kombinasi ini membuat setiap pertarungan terasa berbeda dibanding game shooter biasa.
Pendekatan ini bahkan disebut sebagai “hack-and-shoot hybrid” yang menjadi identitas utama game.
Dalam praktiknya, pemain tidak hanya menembak musuh, tetapi juga harus memecahkan puzzle hacking untuk membuka celah serangan. Sistem ini membuat gameplay terasa lebih taktis.
Konsep Kuat, Eksekusi Belum Maksimal
Meski konsepnya solid, review Pragmata Capcom juga menyoroti sejumlah kekurangan. Salah satunya adalah eksekusi gameplay yang terasa belum sepenuhnya optimal.
Beberapa kritik menyebut bahwa mekanik yang ada sebenarnya menarik, tetapi belum dieksplorasi secara maksimal.
Selain itu, variasi musuh dan tantangan dinilai masih kurang. Hal ini membuat gameplay terasa repetitif setelah beberapa waktu.
Padahal, dengan konsep yang ada, Pragmata memiliki potensi untuk menjadi game yang jauh lebih kompleks.
Cerita Sci-Fi yang Familiar
Dari sisi narasi, review Pragmata Capcom menunjukkan bahwa cerita game ini cukup menarik, tetapi tidak terlalu baru.
Kisah tentang manusia, AI, dan hubungan emosional antara karakter utama menjadi inti cerita. Pemain mengikuti perjalanan Hugh dan Diana di stasiun bulan yang dikuasai AI.
Namun demikian, beberapa elemen cerita terasa menggunakan trope sci-fi yang sudah sering digunakan. Hal ini membuat narasi kurang memberikan kejutan besar.
Meski begitu, hubungan antara karakter tetap menjadi daya tarik tersendiri.
Visual dan Atmosfer Jadi Nilai Plus
Dari sisi teknis, Pragmata mendapat banyak pujian. Dunia futuristik yang ditampilkan terasa detail dan atmosferik.
Lingkungan yang terinspirasi dari AI dan teknologi masa depan memberikan nuansa unik. Bahkan beberapa area dirancang menyerupai dunia yang “tidak stabil” secara visual.
Hal ini membuat pengalaman bermain terasa imersif, terutama di platform generasi terbaru.
Game dengan Potensi Franchise Besar
Menariknya, banyak pengamat melihat review Pragmata Capcom bukan sebagai penilaian akhir, tetapi sebagai awal dari sesuatu yang lebih besar.
Pragmata disebut sebagai IP baru pertama Capcom dalam beberapa tahun terakhir, setelah Dragon’s Dogma.
Dengan fondasi gameplay yang kuat, game ini memiliki peluang besar untuk berkembang di seri berikutnya.
Beberapa analis bahkan membandingkannya dengan franchise lain yang baru benar-benar matang di sekuel kedua.
Apakah Pragmata Layak Dimainkan
Secara keseluruhan, review Pragmata Capcom menunjukkan bahwa game ini layak dicoba, terutama bagi pemain yang mencari sesuatu yang berbeda.
Namun, penting untuk memahami bahwa ini bukan game yang sempurna. Ada banyak ide besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan.
Di sisi lain, justru di situlah daya tariknya. Pragmata bukan sekadar game jadi, tetapi sebuah fondasi untuk sesuatu yang bisa jauh lebih besar di masa depan.
Baca juga:
kilatnews.id
tentangrakyat.id
kilasanberita.id
beritasekarang.id
seputaranpolitik.id
kilasjurnal.id
sejarahindonesia.com
