Berita EsportsTim & Player

Coach Tazy Ungkap Dugaan Perselingkuhan dan Kekerasan, Bigetron Bereaksi

Dunia esports Indonesia menjadi sorotan setelah Tasia Eda Lestari, yang dikenal dengan nama Coach Tazy, mengungkap pengalaman pahit dalam hubungan pribadinya melalui media sosial. Dalam rangkaian unggahan yang dibagikan pada Oktober 2026, Tazy menceritakan dugaan perselingkuhan, kekerasan fisik, hingga persoalan yang menurutnya berdampak pada nama baiknya.

Pengakuan tersebut mendapat perhatian dari komunitas esports setelah beredar di berbagai platform, termasuk melalui unggahan KBT Media Official. Kasus ini kemudian menjadi perbincangan karena Tazy dikenal sebagai salah satu figur perempuan yang memiliki perjalanan panjang di kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).

Dalam pengungkapannya, Tazy menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan waktu sebelum memutuskan untuk berbicara secara terbuka. Ia mengaku sempat memilih diam dan berusaha menyelesaikan persoalan pribadi tanpa melibatkan publik.

Namun, menurut penjelasannya, ada sejumlah hal yang membuatnya akhirnya memutuskan untuk menyampaikan pengalaman tersebut. Ia menegaskan bahwa berakhirnya hubungan asmara merupakan hal yang bisa diterima, tetapi dugaan kekerasan dan tindakan yang dinilainya merugikan nama baik bukan sesuatu yang seharusnya dianggap wajar.

Tazy Ceritakan Dugaan Perselingkuhan

Dalam unggahan yang menjadi perhatian publik, Tazy menyertakan tangkapan layar percakapan yang menurutnya berkaitan dengan persoalan dalam hubungan tersebut. Ia menuding adanya perselingkuhan yang terjadi setelah sebuah pencapaian di kompetisi Mobile Legends.

Tazy juga menceritakan bahwa dirinya menemukan identitas perempuan lain di ponsel pihak yang dimaksud. Menurut pengakuannya, ia berusaha menyimpan bukti terkait temuan tersebut.

Percakapan yang diunggah turut memperlihatkan respons berupa permintaan maaf dari lawan bicaranya. Meski demikian, tangkapan layar di media sosial tidak dengan sendirinya membuktikan keseluruhan kronologi maupun memastikan semua konteks percakapan.

Karena itu, tudingan perselingkuhan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pengakuan Tazy. Belum ada dasar untuk menyimpulkan seluruh detail peristiwa secara independen hanya berdasarkan materi yang beredar di media sosial.

Tazy juga mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan dirinya berusaha mempertahankan hubungan dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara pribadi. Ia mengaku tidak sejak awal berniat membawa masalah tersebut ke hadapan publik.

Muncul Dugaan Kekerasan Fisik

Selain menceritakan dugaan perselingkuhan, Tazy juga mengungkap dugaan kekerasan fisik yang menurutnya terjadi dalam hubungan tersebut. Dalam rangkaian unggahannya, ia menyertakan foto yang disebut memperlihatkan memar serta percakapan yang diklaim berkaitan dengan kejadian itu.

Menurut penuturan Tazy, persoalan memuncak ketika ia berusaha mencari tahu lebih jauh mengenai dugaan perselingkuhan tersebut. Ia mengaku mengalami tindakan kekerasan dan menyebut kejadian serupa bukan hanya terjadi sekali.

Pengungkapan ini membuat kasus tersebut menjadi perhatian lebih luas daripada persoalan hubungan asmara biasa. Dugaan kekerasan dalam hubungan pribadi merupakan persoalan serius yang perlu ditangani dengan mengutamakan keselamatan pihak yang mengaku menjadi korban serta pemeriksaan yang objektif.

Meski demikian, kronologi yang disampaikan Tazy tetap merupakan pengakuan salah satu pihak. Informasi yang tersedia belum cukup untuk menyatakan bahwa seluruh dugaan telah dibuktikan melalui proses hukum atau pemeriksaan independen.

Hingga laporan yang tersedia dipublikasikan, belum ditemukan klarifikasi langsung dari pihak yang dituding dalam pengakuan tersebut. Karena itu, perkembangan berikutnya perlu mengikuti keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.

Bigetron by Vitality Lakukan Penelusuran Internal

Persoalan tersebut turut mendapat respons dari organisasi esports Bigetron by Vitality. Dalam pernyataan yang diberitakan pada 21 Oktober 2026, organisasi itu menyatakan mengecam segala bentuk kekerasan dan mengumumkan penonaktifan sementara pihak yang bersangkutan dari seluruh aktivitas organisasi sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Bigetron juga menyampaikan bahwa mereka akan melakukan penelusuran internal untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Organisasi itu tidak menyebutkan nama pihak yang dinonaktifkan dalam pernyataan yang dikutip laporan media.

Langkah tersebut menjadi respons organisasi di tengah perhatian publik yang meningkat. Namun, penonaktifan sementara tidak dapat diartikan sebagai keputusan akhir mengenai benar atau tidaknya tuduhan yang beredar.

Penelusuran internal diperlukan untuk memahami informasi yang tersedia dan menentukan langkah sesuai kebijakan organisasi. Sementara itu, perkembangan lebih lanjut tetap bergantung pada hasil pemeriksaan serta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

Perjalanan Coach Tazy di Dunia Esports

Tazy bukan nama baru dalam ekosistem esports Indonesia. Ia memiliki pengalaman di skena kompetitif Arena of Valor sebelum melanjutkan perjalanan kariernya di Mobile Legends: Bang Bang.

Namanya semakin dikenal ketika menangani tim MLBB putri Bigetron Era. Bersama tim tersebut, ia meraih sejumlah pencapaian di kompetisi esports perempuan, termasuk gelar WSL Season 7 dan UniPin Ladies Series Season 3 pada 2023.

Tazy juga pernah menjadi bagian dari tim nasional MLBB Indonesia untuk sektor putri. Tim tersebut meraih medali emas pada SEA Games Kamboja 2023 setelah mengalahkan Filipina di pertandingan final.

Pengalaman tersebut menjadikannya salah satu figur perempuan yang dikenal di dunia kepelatihan MLBB Indonesia. Karena itulah, pengakuannya mengenai persoalan pribadi mendapat perhatian dari penggemar dan komunitas esports.

Meski memiliki rekam jejak profesional, kasus yang diungkapkannya tetap perlu dipandang secara terpisah dari pencapaian kariernya. Fokus utama dalam persoalan ini adalah memastikan informasi diperiksa secara objektif dan keselamatan pihak yang mengaku mengalami kekerasan tetap menjadi perhatian.

Publik Menanti Perkembangan Kasus

Pengakuan Tazy membuka perbincangan mengenai batas antara kehidupan pribadi figur esports dan tanggung jawab organisasi dalam merespons dugaan kekerasan. Perhatian publik memang dapat meningkat ketika persoalan pribadi melibatkan sosok yang dikenal luas, tetapi penyebaran informasi tetap perlu dilakukan secara hati-hati.

Tangkapan layar, foto, dan pernyataan di media sosial dapat menjadi informasi awal, tetapi tidak selalu cukup untuk memastikan keseluruhan kejadian. Klarifikasi dari pihak terkait dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan diperlukan agar kesimpulan tidak dibuat secara terburu-buru.

Untuk saat ini, hal yang telah diberitakan adalah pengakuan Tazy mengenai dugaan perselingkuhan dan kekerasan, serta respons Bigetron by Vitality yang menyatakan akan melakukan penelusuran internal.

Perkembangan selanjutnya masih perlu dipantau, termasuk kemungkinan adanya pernyataan dari pihak yang dituding maupun informasi resmi mengenai hasil penelusuran. Sampai terdapat bukti dan keterangan tambahan, seluruh tuduhan harus tetap ditempatkan sebagai dugaan dan tidak dianggap sebagai putusan akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *